Edukasi Asuransi Dasar – Seri 2 Tips dan Trick di unit link

Sesuai janji saya kemarin… Saya akan sedikit bahas unit link sedikit terutama berkaitan dengan investasi dan bagaimana cara penanganan yg seharusnya..

Seperti yg kita tau , dan mungkin beberapa dari kita sudah alami, setelah masuk tahun ke 5-10 tahun rata-rata nasabah komplain kok hasil investasinya tidak sesuai harapan? Yg mungkin tadi nya waktu jualan kita berharap di investasi tinggi ternyata drop ke investasi rendah atau mungkin dibawahnya secara kenyataannya dalam 5-10 tahun terakhir.

Pertanyaannya bagaimana cara anda atasi hal itu?
Tentunya hal ini harus kita infokan dgn jelas dari awal presentasi.. karena kalau tidak ini akan jadi sebuah TIMEBOMB yg akan menghantui nama baik kita di kemudian hari.

Iya betul ini sih tidak akan jadi masalah kalau si agen :
1. Punya rencana hanya singkat berkarir d asuransi
2. Sudah siap kabur kalau terjadi masalah
3. Tidak bertanggung jawab
4. Siap menanggung resiko dituntut sama nasabah…
5. Punya paradigma “yah sebelum 10 tahun juga nanti dia bakal upgrade jadi harus top up lagi…” (Padahal top up lagi nya akan sangat besar saat itu dan kemungkinan nasabah tutup polis)

  1. Si Agen sendiri juga tidak mengerti konsep dasar unit link , hanya tau dicover aja kesehatan aja.

Jadi gimana dong cara atasinya? Tentu ada beberapa pilihan silahkan pilih yg paling sesuai dgn kondisi anda.

  1. Bisa beralih ke produk tradisional. Cari yg pasti-pasti saja ,pasti bayar dalam waktu tertentu kemudian sudah tidak usah bayar lagi. (ingat yang jadi masalah adalah ketika usia senior saat kita tidak bekerja lagi tapi biaya asuransi yang harus dibayar sudah sangat besar dan makin bertambah setiap tahun nya)
    2. Cari produk yg standalone khusus rider nya , jadi hangus hanya dpt proteksi saja… Bayar selama kita mau diproteksi saja (prinsipnya jadi seperti asuransi mobil)
    3. Kalau nasabah tetap mau ada hasil investasinya dengan harapan kedepan bayarnya bisa lebih murah agar tidak perlu bayar asuransi seumur hidup.…maka agen dan nasabah harus sedikit melakukan sedikit PR dengan cara melakukan Value averaging (saya belajar ini dr pak Handoyo mdrt)

Value averaging artinya Anda sebagai agen/nasabah melakukan pemantauan SETIAP TAHUN/INTERVAL waktu yg disepakati dari investasi yg diinginkan oleh nasabah..

Contoh jika kita mau gunakan patokan investasi di sedang yg 10 %, ternyata hasil investasinya di 5%..
Maka yg harus dilakukan adalah kita infokan ke nasabah untuk sudah siap melakukan Top Up selisih dari investasi 5 ke 10% tadi.

Contoh
Di tahun ke 10 di ilustrasi bunga rendah 30jt. Bunga sedang 45jt, ternyata real nya di tahun itu sekitar 35jt maka nasabah sudah harus siap top up 10juta (45jt – 35jt) di tahun itu agar investasi nya bisa sesuai di bunga sedangnya..

Yg perlu diketahui MAKIN lama anda buat pemantauan ke nasabah maka MAKIN Besar selisih yg harus nasabah top up.. jadi yg paling bagus lakukan pemantauan tiap tahun supaya Jurang selisih nya tidak terlalu besar. Tentunya ini opsional, kalau nasabah tidak mau top up boleh? Ya boleh aja tapi selisihnya makin besar dan siap-siap investasi dia bisa bayar panjang seumur hidup…

  1. Menggunakan prinsip investasi saham/Reksadana
    Pas lagi murah beli, lagi mahal jual… Pertanyaannya balik lagi apakah kita sebagai agen punya kompetensi itu? Atau siap mantau kondisi investasinya? Kalau siap jalankan.

Kalau saya pribadi saat ini untuk nasabah baru saya akan jelaskan ttg produk tradisional dahulu dan kelebihan dan kekurangannya , nah kalau nasabah tetap lebih suka ke unit link maka saya sudah siapkan pemantauan per bulan nya dgn sistem yg saya kembangkan.. jadi lebih aman buat nasabah. Dan saya jg ikuti perkembangan investasi jadi bisa info ke mereka untuk switching dana ketika seperti skrg lagi drop…Uda pada tau kan kalau rata-rata 5 tahun terakhir ini unit link hanya 5-10% rata2 (alias di bunga rendah-sedang).

 

Jadi anda suka dengan cara yang mana?

 

Andy Setiawan ,CFP, AEPP
Your Trusted Financial Planner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *